Arjun
Mengapa dalam perjalanan cintaku
selalu ada yang merintangi pada diriku yang hina
Takkan lagi ada satu runcingnya bambu menusuk hatimu
Karena aku tak terima engkau dihina
Hoo manis
biarkanlah aku
Aku ini orang kecil harus hitung-hitung kecil
Pagi sore aku slalu menimbang diri
Memang tak pantas bersanding denganmu
Kupinta padamu kasih pria idaman kucari
Jangan pergi tinggalkan kusendiri
Arjun ...
Sekuat apapun tulang di punggungmu
Tak mungkin mampu membuntutiku
Kita tak berdaya walau saling cinta
Berpisah itu jalan yang utama
Jubah hitam ini tongkat panjang ini menjadi teman sependeritaanku
Kerudungmu yang cantik bersulam bermanik
Tak mungkin bersatu dalam koperku
Hai lelaki pengembara biarkan ku ikut serta
Matipun aku rela bagai Rama dan Sinta seiya dan sekata
Takkan lagi ada satu runcingnya bambu menusuk hatimu
Karena aku tak terima engkau dihina
Sekuat apapun tulang di punggungmu
Tak mungkin mampu membuntutiku
Kita tak berdaya walau saling cinta
Berpisah itu jalan yang utama
Jubah hitam ini tongkat panjang ini menjadi teman sependeritaanku
Kerudungmu yang cantik bersulam bermanik
Tak mungkin bersatu dalam koperku
Hai lelaki pengembara biarkan ku ikut serta
Matipun aku rela bagai Rama dan Sinta seiya dan sekata
Takkan lagi ada satu runcingnya bambu menusuk hatimu
Karena aku tak terima engkau dihina
selalu ada yang merintangi pada diriku yang hina
Takkan lagi ada satu runcingnya bambu menusuk hatimu
Karena aku tak terima engkau dihina
Hoo manis
biarkanlah aku
Aku ini orang kecil harus hitung-hitung kecil
Pagi sore aku slalu menimbang diri
Memang tak pantas bersanding denganmu
Kupinta padamu kasih pria idaman kucari
Jangan pergi tinggalkan kusendiri
Arjun ...
Sekuat apapun tulang di punggungmu
Tak mungkin mampu membuntutiku
Kita tak berdaya walau saling cinta
Berpisah itu jalan yang utama
Jubah hitam ini tongkat panjang ini menjadi teman sependeritaanku
Kerudungmu yang cantik bersulam bermanik
Tak mungkin bersatu dalam koperku
Hai lelaki pengembara biarkan ku ikut serta
Matipun aku rela bagai Rama dan Sinta seiya dan sekata
Takkan lagi ada satu runcingnya bambu menusuk hatimu
Karena aku tak terima engkau dihina
Sekuat apapun tulang di punggungmu
Tak mungkin mampu membuntutiku
Kita tak berdaya walau saling cinta
Berpisah itu jalan yang utama
Jubah hitam ini tongkat panjang ini menjadi teman sependeritaanku
Kerudungmu yang cantik bersulam bermanik
Tak mungkin bersatu dalam koperku
Hai lelaki pengembara biarkan ku ikut serta
Matipun aku rela bagai Rama dan Sinta seiya dan sekata
Takkan lagi ada satu runcingnya bambu menusuk hatimu
Karena aku tak terima engkau dihina
Credits
Writer(s): Didik Prasetyo
Lyrics powered by www.musixmatch.com
Link
© 2024 All rights reserved. Rockol.com S.r.l. Website image policy
Rockol
- Rockol only uses images and photos made available for promotional purposes (“for press use”) by record companies, artist managements and p.r. agencies.
- Said images are used to exert a right to report and a finality of the criticism, in a degraded mode compliant to copyright laws, and exclusively inclosed in our own informative content.
- Only non-exclusive images addressed to newspaper use and, in general, copyright-free are accepted.
- Live photos are published when licensed by photographers whose copyright is quoted.
- Rockol is available to pay the right holder a fair fee should a published image’s author be unknown at the time of publishing.
Feedback
Please immediately report the presence of images possibly not compliant with the above cases so as to quickly verify an improper use: where confirmed, we would immediately proceed to their removal.